NATURE VS NURTURE: Faktor genetik dan lingkungan dalam perkembangan anak




Ditulis oleh: Insyirah Alifta

Di usianya yang masih tergolong muda, Moudy (23 tahun) sedang menyelesaikan pendidikan jenjang S3 di salah satu universitas terbaik di dunia. Sebelumnya ia mengambil dua gelar sekaligus pada jenjang S1, dan lulus dengan predikat cum laude di setiap jenjang yang ia ambil. Tidak sampai di situ, Moudy juga merupakan seorang penulis buku dengan beberapa karya best seller. Ia juga dikenal sebagai aktivis yang gencar mendorong kemajuan pendidikan di daerah-daerah tertinggal.

Teman Tumbuh, narasi di atas mungkin merupakan kasus yang jarang ditemui namun ada di sekitar kita. Pernahkah kamu bertemu dengan seseorang seperti Moudy? Yang kemampuan akademis, bakat, serta kemampuan intrapersonalnya terasah dengan baik, juga memiliki motivasi yang tinggi untuk terus berkembang bahkan bermanfaat bagi sekitarnya.

Nah, yang menjadi pertanyaan adalah, apakah kesuksesan di bidang akademik seperti cerita Moudy tadi, atau kecenderungan seseorang untuk melakukan kekerasan misalnya, merupakan sesuatu yang menjadi bawaan sejak lahir? Atau hal-hal tersebut malah merupakan sesuatu yang dipelajari anak dari lingkungannya?

Isu nature vs nurture menjadi salah satu bahasan yang kontinu di dunia perkembangan, lho. Nature merupakan istilah yang merujuk pada sisi biologis yang diwariskan kedua orang tua pada anak atau dengan kata lain faktor genetik, sesuatu yang dibawa saat lahir mulai dari tampilan fisik, karakteristik, hingga penyakit tertentu. Di sisi lain, Nurture merujuk pada pengaruh eksternal dari lingkungan yang diperoleh pasca konsepsi. Interaksi anak dengan lingkungan, bagaimana ia dibesarkan, hal-hal yang ia observasi serta pelajari, hingga budaya dimana ia berada merupakan bagian dari nurture.

Nah, di awal munculnya isu ini para ilmuwan di bidang psikologi perkembangan memperdebatkan faktor manakah yang lebih besar pengaruhnya pada perilaku dan perkembangan individu? Apakah faktor genetik yang diwariskan ataukah faktor lingkungan?

  1. Nature

Menurut kelompok ilmuwan yang menitiberatkan peran nature (nativist), sebagaimana warna mata, tekstur rambut, dan tinggi badan diwariskan dari kode genetik yang unik kedua orang tua, begitu pula tendensi perilaku dan kepribadian. Secara umum nativist memandang bahwa semakin dini usia individu saat suatu kemampuan muncul maka semakin besar potensi pengaruh genetik. Adapun karakter yang baru muncul nantinya dianggap sebagai bagian dari ‘maturasi’, karakter ini sudah ada dalam ‘program’ (gen) sebelumnya namun baru muncul nantinya saat dipicu oleh situasi tertentu.

  1. Nurture

Di ujung yang berseberangan dengan nativivist, hadir kelompok empiricist yang dasar asumsinya adalah bahwa manusia lahir bagaikan kertas kosong (tabula rasa). Pengalaman dan interaksinya dengan lingkungan lah yang mengisi kertas kosong itu tadi. Dari sudut pandang ini, karakteristik psikologis dan perubahan perilaku merupakan sesuatu yang diperoleh dari proses belajar. Bagaimana individu dibesarkan merupakan faktor penentu perkembangan, individu dapat dilatih dan dikondisikan untuk menjadi apapun yang diharapkan, dan apa yang disebut kelompok nativist sebagai maturasi sebenarnya berlaku pada aspek biologis saja.

Nah teman tumbuh, di masa ini para ilmuwan dan peneliti lebih banyak berfokus pada bagaimana interaksi antara faktor genetik dan lingkungan mempengaruhi perkembangan. Mayoritas percaya bahwa baik nature maupun nurture sama-sama berperan penting pada perilaku dan perkembangan individu. Pada kasus tinggi badan seseorang misalnya, atau individu yang memiliki perfect pitch, baik faktor keturunan maupun lingkungan sama-sama memegang peranan. Realitanya, tidak ada cara yang sederhana untuk menguraikan mana faktor yang dorongannya lebih besar.

Pada narasi Moudy di awal misalnya, kecerdasann Moudy bisa  saja diwariskan melalui interaksi gen kedua orang tuanya, lantas didukung dengan nutrisi yang terpenuhi sejak Moudy dalam kandungan, juga pembiasaan membaca satu buku dalam satu minggu yang ia dapatkan dari rumah, serta dukungan dan dorongan dari lingkungannya bagi Moudy agar berprestasi dan terus berkarya. Juga faktor-faktor lainnya yang menjadikan Moudy sebagaimana ia sekarang. 

Teman Tumbuh, itu dia pembahasan tentang faktor Nature dan Nurture pada perkembangan anak. Setelah membacanya, apakah kamu jadi memikirkan faktor-faktor tertentu yang memengaruhi perkembangan atau karaktermu juga? Minggu depan, Badiblum akan hadir dengan berbagai traits atau karakter yang diwariskan orang tua kita melalui gen! Jangan sampai kelewatan, ya. Sampai jumpa minggu depan! 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Post