Fakta Seputar Si Anak Pertama




Ditulis oleh: Insyirah Alifta

“Kakak mainannya pinjem adik dulu, ya. Kasian tuh adiknya nangis.”

“Kak, jagain adiknya tuh jangan asyik sendiri.”

“Kakak kan nilai Matematikanya bagus, ajarin adikmu juga tuh.”

“Sebagai anak pertama harusnya kamu bisa memberi contoh yang baik buat adik-adikmu.”

Teman Tumbuh, adakah yang tidak asing dengan cuplikan ujaran-ujaran di atas? Apa karena kamu juga merupakan anak pertama? Atau kamu pernah mendengar orangtuamu mengatakannya pada kakakmu di rumah?

Bagi kalian para anak pertama, bagaimana rasanya? Memegang tombak sebagai orangtua ke tiga, menjadi pendengar cerita semua anggota keluarga, serta menjadi contoh buat adik-adik tercinta? Bagaimana rasanya, menjadi yang pertama memperoleh barang baru, memperoleh perhatian penuh orangtua, tante dan om, nenek dan kakek, sebelum kemudian adikmu hadir? Bagaimana rasanya dijadikan andalan, teladan, sekaligus sandaran?

Pernahkah kamu mendengar Alfred Adler tentang hubungan antara urutan kelahiran dan karakter seseorang? Adler menekankan bahwa urutan kelahiran seseorang memiliki pengaruh pada gaya hidup dan kelebihan serta kekurangan individu. Bagi Adler, urutan kelahiran menjawab pertanyaan, “Mengapa anak-anak, yang dibesarkan dalam keluarga yang sama, tumbuh dengan kepribadian yang sangat berbeda?”.

Meskipun topik ini dianggap kontroversial karena teori Adler tidak didukung oleh penelitian yang empiris, beberapa penelitian ekstensif menunjukkan adanya beberapa karakter umum yang mucul pada individu di masing-masing urutan kelahiran, lho. Tentu saja tidak serta merta berarti bahwa setiap anak sulung akan bertindak sama, juga tidak semua anak bungsu memiliki cara berpikir yang identik, namun terdapat beberapa kesamaan unik dalam masing-masing kelompok urutan kelahiran tersebut. Nah, pada artikel ini Badiblum menghadirkan beberapa fakta menarik seputar karakter si anak pertama!

1. Patuh pada Arahan dan Aturan

Sebuah studi yang diterbitkan dalam Child Development Journal menyebutkan bahwa tingginya kesuksesan anak pertama di bidang akademik maupun karier diatribusikan pada kecenderungan mereka untuk patuh dan mengikuti arahan orangtua maupun gurunya. Anak sulung cenderung lebih taat pada peraturan dan menghindari resiko dibanding anak-anak setelahnya. Nah, bagi Teman Tumbuh yang punya kakak, apakah ini berlaku pada kakakmu?

2. Kemampuan Bahasa Kedua yang Lebih Baik

    Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Frontiers in Psychology menyebutkan bahwa dalam keluarga bilingual (yang menggunakan 2 bahasa dalam kehidupan sehari-hari), anak pertama menunjukkan performa yang lebih baik dalam bertutur menggunakan bahasa kedua dibanding adik-adiknya. Ini dimungkinkan terjadi karena paling tidak dalam tahun-tahun awal kehidupannya, anak pertama tidak harus membagi perhatian orangtua serta sumber finansial untuk pendidikan awalnya. Semuanya sepenuhnya difokuskan pada si anak sulung. Selain itu, perbedaan jumlah input dari orangtua diasumsikan menjadi alas an mengapa anak pertama memiliki kemampuan Bahasa kedua yang lebih baik. Studi menunjukkan bahwa anak pertama lebih sering dibacakan cerita oleh kedua orangtuanya (Raikes et al., 2006Westerlund and Lagerberg, 2008), bahwa mereka memperoleh input linguistik yang lebih banyak dari sang ibu, dan bahwa anak pertama lebih sering memperoleh dukungan untuk mengekspresikan dirinya secara eksplisit (Jones and Adamson, 1987Hoff-Ginsberg, 1998).

3. Waktu Berkualitas yang lebih banyak

Ketika para peneliti di Cornell University mengulik tentang isu quality time bersama anak, mereka menemukan bahwa dalam usia yang sama, anak pertama menghabiskan waktu berkualitas 20-30 menit lebih lama dengan orangtua dibanding adik-adiknya. Studi lain dari Brigham Young juga menyebutkan bahwa pada usia 4 sampai 13 tahun, anak pertama memperoleh 3000 jam lebih banyak waktu berkualitas dengan orangtuanya dibanding adik-adiknya saat menginjak rentang usia yang sama. Menurut uraian peneliti, ini mungkin terjadi karena dengan anak-anak setelah anak pertama orangtua sudah lebih terbiasa dalam menjalankan tugas memandikan, mengganti popok, menangani anak saat tantrum, dan sebagainya. Penyebab lainnya diduga karena dengan anak-anak berikutnya, orangtua mulai mengandalkan anak pertama juga sebagai teman dan yang menjaga. Sehingga terjadi perbedaan waktu berkualitas yang dihabiskan.

4. Lahir untuk Belajar

Menurut penelitian yang dilakukan di Ghent University Belgia, disebutkan bahwa urutan kelahiran memengaruhi tujuan jangka panjang individu. Dibanding saudara-saudaranya, anak pertama memiliki keinginan untuk belajar serta menguasai suatu teori atau skill. Studi lainnya juga menemukan bahwa anak pertama cenderung memilih karier yang berorientasi di bidang akademik dibanding adik-adiknya.

5. Aturan dan Konsekuensi

Penelitian yang dilakukan oleh para peneliti di Duke University dan Washington University terkait urutan kelahiran dan peraturan orangtua menemukan bahwa anak pertama cenderung memperoleh aturan dan pengawasan yang lebih ketat dari orangtuanya. Mereka juga menghadapi konsekuensi yang lebih besar ketika melakukan kesalahan dibanding adik-adiknya

Teman Tumbuh, itu dia beberapa fakta menarik seputar anak pertama! Bagaimana, adakah poin yang menurutmu relatable sebagai anak pertama? Atau sesuai dengan apa yang kakakmu lalui? Poin yang manakah itu?

Oh ya, jangan lewatkan artikel Badiblum selanjutnya, ya. Semoga harimu menyenangkan!

SUMBER

Carette, B., Anseel, F., & Van Yperen, N. W. (2011). Born to learn or born to win? Birth order effects on achievement goals. Journal of Research in Personality, 45(5), 500–503. https://doi.org/10.1016/j.jrp.2011.06.008

Hotz, V. J., & Pantano, J. (2015). Strategic parenting, birth order, and school performance. Journal of Population Economics, 28(4), 911–936. https://doi.org/10.1007/s00148-015-0542-3

Keller, K., Troesch, L. M., & Grob, A. (2015). First-born siblings show better second language skills than later born siblings. Frontiers in Psychology, 06, 1–10. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2015.00705

Price, J. (2008). Parent-Child Quality Time. Journal of Human Resources, 43(1), 240–265. https://doi.org/10.3368/jhr.43.1.240

Zajonc, R. B., & Mullally, P. R. (1997). Birth order: Reconciling conflicting effects. American Psychologist, 52(7), 685–699. https://doi.org/10.1037/0003-066x.52.7.685

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Post